tak semenamena airmataku laju menganak sungai dipipi, pelanpelan terasa bibitbibit isakan menjamah tubuhku, lalu bermula isakan kecil yang menjadi semakin gawat. kala terasa seakan telah ditakluk tubuhku dalam isakan dan sedu sedan yang sudah kearah histeria, segera kubenam muka dalam bantal2, semoga ia segera berlalu aduh alangkah penatnya airmata wanita.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment